Dharmasraya – Pelatih Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Pusdiklatda) Kwartir Daerah (Kwarda) 03 Gerakan Pramuka Sumatera Barat, Kak Erismar Amri, membekali 225 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Dharmas Indonesia (Undhari) dengan materi Dunia Pramuka Penegak pada Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) yang berlangsung di Universitas Dharmas Indonesia, Kabupaten Dharmasraya, Kamis (30/7/2026).
Materi tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian KMD karena memberikan pemahaman kepada calon pembina mengenai karakteristik peserta didik usia Penegak, sistem pembinaan, jenjang dan tingkatan, penggunaan seragam serta tanda pengenal, hingga Program Pendidikan (Prodik) Pramuka Penegak.
Dalam pemaparannya, Kak Erismar Amri menjelaskan bahwa Pramuka Penegak merupakan golongan anggota muda berusia 16 hingga 20 tahun yang berada pada fase perkembangan menuju kedewasaan. Pada usia tersebut, peserta didik memiliki karakter yang dinamis, kritis, kreatif, serta mulai mampu mengambil keputusan secara mandiri.
“Pembina harus memahami karakteristik usia Penegak. Mereka tidak lagi cukup diarahkan dengan instruksi, tetapi perlu diajak berdiskusi, diberi ruang untuk berpendapat, berinisiatif, dan bertanggung jawab terhadap setiap keputusan yang diambil. Pendekatan inilah yang akan membuat proses pembinaan menjadi lebih efektif,” ujarnya.
Selain membahas karakteristik peserta didik, Kak Erismar juga menguraikan jenjang dan tingkatan Pramuka Penegak, mulai dari Penegak Bantara hingga Penegak Laksana, beserta proses pembinaan yang harus dilalui setiap anggota sesuai dengan Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan prinsip pendidikan kepramukaan.
Menurutnya, pembina memiliki peran penting dalam mendampingi proses pencapaian setiap tingkatan melalui pembinaan yang terarah, berkesinambungan, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan peserta didik.
Pada sesi berikutnya, peserta memperoleh materi mengenai ketentuan penggunaan seragam dan tanda pengenal Pramuka Penegak. Kak Erismar menegaskan bahwa atribut yang dikenakan bukan sekadar identitas, melainkan simbol tanggung jawab, kedisiplinan, dan kebanggaan sebagai anggota Gerakan Pramuka.
“Seragam dan tanda pengenal mencerminkan identitas serta proses pembinaan yang telah dilalui seorang anggota. Karena itu, pembina harus mampu memberikan contoh yang benar dalam penggunaan atribut sekaligus menjelaskan makna yang terkandung di dalamnya,” katanya.
Ia juga membahas Program Pendidikan (Prodik) Pramuka Penegak yang menitikberatkan pada pengembangan kepemimpinan, kecakapan hidup, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan keterampilan sesuai minat dan bakat peserta didik. Menurutnya, kegiatan Pramuka Penegak harus dirancang agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Gerakan Pramuka.
Dalam suasana pembelajaran yang berlangsung interaktif, peserta diajak berdiskusi mengenai berbagai tantangan membina generasi muda di era digital. Melalui studi kasus dan berbagi pengalaman, para mahasiswa memperoleh gambaran tentang strategi pembinaan yang adaptif, komunikatif, dan berorientasi pada penguatan karakter.
Kak Erismar berharap para peserta mampu mengimplementasikan seluruh materi yang diperoleh ketika nantinya menjadi guru sekaligus pembina Pramuka di sekolah.
“Pembina Penegak harus mampu menjadi fasilitator, motivator, dan teladan. Berikan ruang bagi peserta didik untuk berkembang, berkarya, dan belajar memimpin. Dengan demikian, Gerakan Pramuka akan terus melahirkan generasi muda yang berkarakter, mandiri, bertanggung jawab, serta siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tuturnya.
Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar yang diikuti 225 mahasiswa FKIP Universitas Dharmas Indonesia merupakan hasil kerja sama Universitas Dharmas Indonesia dengan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Barat dalam mencetak calon pembina Pramuka yang profesional. Melalui materi tentang Dunia Pramuka Penegak, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai pola pembinaan golongan Penegak sehingga mampu menyelenggarakan pendidikan kepramukaan yang berkualitas di gugus depan.
Pewarta : Humasinfo Kwarda Sumbar
