Mentawai – Rangkaian kegiatan Kemah Bakti Mitigasi Bencana Kwarda 03 se-Sumatera Barat di Kabupaten Kepulauan Mentawai berlangsung meriah dengan digelarnya Pawai Obor, Selasa (26/8/2025) malam.
Pawai obor ini diikuti oleh 98 peserta kemah dari sembilan Kwartir Cabang se-Sumatera Barat, ditambah sangker, Dewan Kerja Cabang (DKC) Mentawai, serta panitia lokal. Inti obor dibawa oleh Kak Thessya Wiana Putri (DKC Mentawai), sementara jalannya pawai dikomandani oleh Kak Rafels Tumbur Siahaan.
Rute pawai dimulai dari Kantor Bupati Kepulauan Mentawai dan berakhir di Bumi Perkemahan Homestay Mapaddegat. Sebelum pawai dimulai, Bapak Rinto Wardana selaku Mabicab Kepulauan Mentawai menyalakan inti api obor, yang kemudian menjadi sumber cahaya utama untuk seluruh peserta.
Dalam sambutannya, Bapak Rinto menyampaikan, “Api yang kita nyalakan malam ini adalah simbol semangat Pramuka. Semangat untuk bersatu, semangat untuk menjaga persaudaraan, serta semangat untuk selalu siap dalam menghadapi tantangan, termasuk bencana. Jadikan obor ini cahaya yang menuntun langkah kita sebagai Pramuka sejati.”
Sepanjang perjalanan, peserta dengan semangat menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dan pramuka seperti Halo-Halo Bandung, Maju Tak Gentar, hingga Mars Pramuka. Obor yang menyala terang menjadi simbol semangat persatuan dan kesiapsiagaan pramuka dalam menghadapi bencana.
Setibanya di Mapaddegat, peserta membentuk lingkaran besar dan mengikuti prosesi Sumpah Janji Pramuka yang dipandu oleh Kak Januar. Setelah obor disatukan dalam satu titik api persaudaraan, acara ditutup dengan suasana penuh keceriaan melalui joget bersama Tabola Bale dan Pica-Pica, yang melibatkan seluruh peserta, pembina, serta panitia.
Pawai obor ini tidak hanya menjadi simbol semangat pramuka, tetapi juga bentuk peringatan Hari Pramuka ke-64 di bumi Sikerei yang penuh keakraban dan kebersamaan.
Penulis :Thesya