KMD Undhari Perkuat Kompetensi Calon Pembina, Kak Amar Salahuddin Kupas Kiasan Dasar dan Sistem Among

Dharmasraya – Pelatih Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Pusdiklatda) Kwartir Daerah (Kwarda) 03 Gerakan Pramuka Sumatera Barat, Kak Amar Salahuddin, membekali 225 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Dharmas Indonesia (Undhari) dengan materi Kiasan Dasar dan Sistem Among dalam Gerakan Pramuka pada Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) yang berlangsung di Universitas Dharmas Indonesia, Kabupaten Dharmasraya, Rabu (29/7/2026).

Materi tersebut menjadi salah satu pokok pembelajaran penting dalam KMD karena memberikan pemahaman kepada calon pembina Pramuka mengenai filosofi pendidikan kepramukaan yang menjadi dasar dalam proses pembinaan peserta didik.

Dalam penyampaiannya, Kak Amar Salahuddin menjelaskan bahwa Kiasan Dasar merupakan pendekatan pendidikan yang menggunakan simbol, cerita, permainan, dan imajinasi sebagai media pembelajaran sehingga kegiatan kepramukaan menjadi lebih menarik, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh peserta didik.

“Kiasan Dasar bukan sekadar cerita atau permainan. Di balik setiap aktivitas terdapat nilai-nilai pendidikan karakter yang dirancang agar peserta didik belajar melalui pengalaman. Dengan cara inilah Gerakan Pramuka membentuk sikap, keterampilan, dan kepribadian anggotanya,” ujarnya.

Selain itu, ia memaparkan bahwa Sistem Among merupakan metode pendidikan yang diwariskan oleh Ki Hadjar Dewantara dan menjadi ruh pendidikan dalam Gerakan Pramuka. Sistem tersebut menempatkan pembina sebagai pendidik yang membimbing, memberi teladan, serta memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

Menurut Kak Amar, prinsip “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani” harus menjadi pedoman setiap pembina dalam melaksanakan proses pembinaan.

“Seorang pembina bukan hanya mengajarkan keterampilan kepramukaan, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap, perilaku, dan pengabdian. Keteladanan adalah metode pendidikan yang paling efektif untuk membentuk karakter generasi muda,” katanya.

Ia menambahkan bahwa penerapan Sistem Among mendorong terciptanya hubungan yang harmonis antara pembina dan peserta didik. Pembina hadir sebagai pendamping yang mampu memotivasi, mengarahkan, dan memberikan kepercayaan kepada peserta didik untuk belajar mandiri melalui pengalaman nyata.

Dalam sesi pembelajaran, peserta juga diajak mendiskusikan penerapan Kiasan Dasar dan Sistem Among dalam kegiatan di gugus depan, sehingga mereka mampu merancang aktivitas kepramukaan yang kreatif, edukatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Gerakan Pramuka.

Kak Amar berharap seluruh peserta KMD mampu mengimplementasikan materi tersebut ketika kelak menjadi pembina Pramuka di sekolah masing-masing.

“Sebagai calon guru, Saudara memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter peserta didik. Jadikan Kiasan Dasar sebagai media pembelajaran yang menyenangkan dan terapkan Sistem Among dalam setiap proses pembinaan agar lahir generasi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa kepemimpinan,” pesannya.

Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar yang diikuti 225 mahasiswa FKIP Universitas Dharmas Indonesia merupakan hasil kerja sama antara Universitas Dharmas Indonesia dan Kwarda Sumatera Barat dalam menyiapkan calon pembina Pramuka yang profesional. Melalui pembekalan materi-materi dasar kepramukaan, para peserta diharapkan mampu menjadi pendidik yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga berperan aktif dalam penguatan pendidikan karakter melalui Gerakan Pramuka.

Pewarta : Humasinfo Kwarda Sumbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top