PLH Rektor Undhari Resmi Buka KMD, 225 Mahasiswa FKIP Disiapkan Menjadi Pembina Pramuka Profesional

Dharmasraya – Pelaksana Harian (PLH) Rektor Universitas Dharmas Indonesia (Undhari), Kakak Prof. Dr. Amar Salahudin, M.Pd, bersama Ketua Harian Kwartir Daerah (Kwarda) 03 Gerakan Pramuka Sumatera Barat, Kak Yulius, ST, secara resmi membuka Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) bagi 252 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Dharmas Indonesia. Kegiatan berlangsung di Aula Universitas Dharmas Indonesia, Kabupaten Dharmasraya, Rabu (29/7).

Kursus yang merupakan hasil kerja sama antara Universitas Dharmas Indonesia dengan Kwartir Daerah 03 Gerakan Pramuka Sumatera Barat ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan calon guru yang memiliki kompetensi sebagai pembina Pramuka sekaligus mampu mengintegrasikan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran di sekolah.

Dalam sambutannya, PLH Rektor Undhari, Prof. Dr. Amar Salahudin, M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada Kwarda Sumatera Barat yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa FKIP untuk mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar. Menurutnya, pendidikan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk lulusan yang memiliki karakter, kepemimpinan, integritas, dan kepedulian sosial.

Ia menegaskan bahwa pendidikan kepramukaan merupakan salah satu sarana efektif dalam membentuk kepribadian mahasiswa agar siap menjadi pendidik yang mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Sebagai calon guru, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai ilmu pengetahuan. Mereka juga harus memiliki kemampuan membina, memimpin, serta menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik. Melalui KMD ini, kami berharap mahasiswa memperoleh bekal yang akan menjadi nilai tambah ketika memasuki dunia pendidikan,” ujarnya.

Prof. Amar juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan disiplin, aktif, dan penuh tanggung jawab sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan saat bertugas di satuan pendidikan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Ketua Harian Kwarda Sumatera Barat, Kak Yulius, ST, menegaskan bahwa keberadaan pembina Pramuka yang kompeten menjadi salah satu faktor utama keberhasilan pendidikan karakter di sekolah. Menurutnya, mahasiswa FKIP sebagai calon guru harus memiliki kemampuan mendidik sekaligus membimbing peserta didik melalui pendidikan kepramukaan.

“Pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi merupakan proses pendidikan karakter yang membentuk kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, gotong royong, serta kecintaan kepada bangsa dan negara. Karena itu, seorang guru idealnya juga memiliki kompetensi sebagai pembina Pramuka,” tegas Kak Yulius.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan KMD merupakan implementasi komitmen Gerakan Pramuka dalam mencetak pembina yang memahami prinsip dasar kepramukaan, metode pendidikan, serta mampu mengelola kegiatan di gugus depan secara profesional.

Dalam arahannya, Kak Yulius juga menyampaikan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks. Oleh karena itu, pembina Pramuka dituntut mampu menjadi pendidik yang adaptif, kreatif, serta mampu menghadirkan kegiatan kepramukaan yang menarik dan relevan bagi generasi muda.

Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam memperkuat pendidikan karakter melalui pengalaman belajar yang menyenangkan, menanamkan nilai kepemimpinan, kerja sama, kepedulian sosial, cinta tanah air, hingga kemampuan memecahkan masalah.

“Ikutilah kursus ini dengan sungguh-sungguh. Jadikan setiap materi, diskusi, praktik lapangan, dan pengalaman selama pelatihan sebagai bekal untuk menjadi pembina Pramuka yang profesional. Kelak, ketika Saudara menjadi guru, ilmu ini akan menjadi modal penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, berintegritas, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pesannya.

KMD yang diikuti 252 mahasiswa FKIP Undhari ini akan membekali peserta dengan pengetahuan dasar kepramukaan, metode pendidikan kepramukaan, teknik membina peserta didik, manajemen gugus depan, serta praktik keterampilan yang harus dimiliki seorang Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar.

Pewarta : Humasinfo Kwarda Sumbar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top