Padang (08/06/26) – Komitmen mencetak calon pembina Pramuka yang kompeten terus diperkuat dalam pelaksanaan Kursus Mahir Dasar (KMD) bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Imam Bonjol Padang. Bertempat di Kantor Kwartir Daerah 03 Gerakan Pramuka Sumatera Barat, para peserta mendapatkan pembekalan intensif mengenai teknik pembuatan peta pita, salah satu keterampilan kepramukaan yang penting dalam kegiatan penjelajahan dan orientasi medan.
Materi tersebut disampaikan langsung oleh tim pelatih Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Pusdiklatda) Sumatera Barat, yakni Kakak Tarmizi, Kakak Amrullah, dan Kakak Yosi Shandra, yang membimbing peserta mulai dari konsep dasar hingga praktik penyusunan peta pita di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, para pelatih menekankan bahwa peta pita bukan sekadar materi teknis dalam kepramukaan, melainkan sarana untuk melatih kemampuan observasi, ketelitian, orientasi arah, serta keterampilan membaca kondisi lingkungan secara sistematis.


“Seorang pembina Pramuka harus memahami teknik pembuatan peta pita dengan baik. Keterampilan ini akan sangat membantu dalam kegiatan penjelajahan, survei lapangan, maupun saat membimbing peserta didik untuk mengenal lingkungan secara terarah dan aman,” ujar Kakak Tarmizi saat memberikan pengarahan kepada peserta.
Peserta diajarkan cara menentukan jalur perjalanan, mencatat objek penting di sisi kiri dan kanan lintasan, mengukur jarak, menentukan arah mata angin, hingga menyusun hasil pengamatan ke dalam bentuk peta pita yang informatif dan mudah dipahami. Setelah mendapatkan materi teori, peserta langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan praktik pemetaan secara berkelompok.
Menurut Kakak Amrullah, kemampuan membuat peta pita menjadi bagian dari keterampilan dasar yang harus dimiliki seorang pembina karena dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan pendidikan kepramukaan berbasis pengalaman langsung.
“Peta pita mengajarkan peserta untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Mereka belajar mencatat, menganalisis, dan menyajikan informasi secara runtut dan akurat,” jelasnya.
Sementara itu, Kakak Yosi Shandra menambahkan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik menjadi pendekatan yang efektif dalam membentuk kompetensi peserta KMD.
“Kami ingin peserta tidak hanya memahami teori, tetapi benar-benar mampu membuat dan mengajarkan peta pita kepada peserta didik di gugus depan nantinya,” ungkapnya.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta KMD. Selain menambah wawasan kepramukaan, materi peta pita juga dinilai relevan dengan profesi mereka sebagai calon guru yang nantinya akan berperan sebagai pembina Pramuka di sekolah dan madrasah.
Pelaksanaan KMD hasil kerja sama antara FTK UIN Imam Bonjol Padang dan Kwarda Sumatera Barat ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya pembina Pramuka di lingkungan pendidikan. Melalui pembekalan yang diberikan oleh para pelatih Pusdiklatda Sumbar, peserta diharapkan mampu menguasai berbagai keterampilan kepramukaan secara profesional dan mengimplementasikannya dalam proses pembentukan karakter generasi muda.
Dengan penguasaan teknik pembuatan peta pita, para peserta KMD tidak hanya dibekali kemampuan teknis lapangan, tetapi juga kemampuan berpikir sistematis, analitis, dan adaptif yang menjadi modal penting dalam menjalankan peran sebagai pendidik dan pembina Pramuka di masa depan.
Pewarta : Humasinfo Kwarda Sumbar
