Tanah Datar – Keluarga besar Gerakan Pramuka Kabupaten Tanah Datar berduka atas wafatnya mantan Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Tanah Datar, Drs. H. Aulizul Syuib, M.Si, yang akrab disapa Kak Cun. Almarhum meninggal dunia pada Jumat, 26 Juni 2026, di RS Otak Bukittinggi, dalam usia 74 tahun (1950–2026).
Almarhum pernah menjabat sebagai Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Tanah Datar ketika mengemban amanah sebagai Wakil Bupati Tanah Datar periode 2005–2010, mendampingi Bupati Shadiq Pasadigoe selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab).
Di bawah kepemimpinan Kak Cun, Gerakan Pramuka Tanah Datar mengalami perkembangan yang sangat pesat dan menorehkan berbagai prestasi. Salah satu warisan bersejarah yang hingga kini masih dikenang adalah terselenggaranya Jambore Budaya Serumpun Indonesia–Malaysia, sebuah kegiatan yang mempererat persaudaraan Pramuka lintas negara sekaligus memperkenalkan budaya Minangkabau di tingkat internasional.
Selain itu, almarhum juga memiliki peran besar sebagai salah seorang penggagas dan pendiri Bumi Perkemahan Pagaruyung, yang berada di kawasan belakang Istano Basa Pagaruyung. Hingga kini, lokasi tersebut masih menjadi pusat kegiatan kepramukaan dan pembinaan generasi muda di Kabupaten Tanah Datar.
Masa kepemimpinan Kak Cun juga ditandai dengan tumbuhnya semangat kepramukaan di berbagai gugus depan. Gugus depan di lingkungan Kementerian Agama berkembang pesat, kwartir ranting di berbagai kecamatan semakin aktif, dan lahir banyak insan Pramuka yang kemudian menjadi pembina, pelatih, serta pemimpin organisasi di berbagai tingkatan.


Sebagai bentuk penghormatan terakhir, keluarga besar Gerakan Pramuka Kabupaten Tanah Datar turut mengantarkan dan menyelenggarakan prosesi pemakaman almarhum. Kehadiran Kakwarcab, Kamabicab, Pejabat Esselon, Pengurus Kwarcab, para pembina, pelatih, andalan, serta anggota Pramuka menjadi bukti besarnya rasa kehilangan atas sosok yang telah mengabdikan diri bagi kemajuan kepramukaan., bahkan Pelayat dari kolega dari Luar Kabupate Tanah Datar ikut hadir mengantarkan Alm ke Tempat Pemakaman terakhir di pandan Keluarga di Nagari Lubuk Jantan Lintau Buo Utara.
Di luar kiprahnya sebagai pemimpin Pramuka, Kak Cun juga dikenal sebagai pamong senior dan teladan bagi aparatur sipil negara, baik saat bertugas di Kota Padang Panjang maupun Kabupaten Tanah Datar. Beliau dikenang sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati, penuh perhatian kepada bawahan, serta memiliki senyum yang selalu menghiasi wajahnya.
Banyak orang mengenangnya sebagai sosok yang tidak pernah menunjukkan amarah, melainkan lebih mengedepankan keteladanan, kebijaksanaan, dan pendekatan yang menyejukkan.
Kepergian Kak Cun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Gerakan Pramuka dan masyarakat Tanah Datar. Namun dedikasi, karya, dan semangat pengabdiannya akan tetap menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus membangun Gerakan Pramuka yang maju, berkarakter, dan bermanfaat bagi bangsa dan daerah.
Selamat jalan, Kak Cun. Darma baktimu akan selalu dikenang, dan jejak pengabdianmu akan terus hidup dalam setiap langkah Gerakan Pramuka Tanah Datar.
Pewarta : humas
