Persiapkan Jambore Nasional XII, Kwarcab Kota Pariaman Gelar Training Center Bernuansa Budaya

PARIAMAN — Kwartir Cabang (Kwarcab) 16 Gerakan Pramuka Kota Pariaman terus memantapkan kesiapan kontingen yang akan mengikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026 melalui pelaksanaan Training Center (TC). Berbeda dari latihan pada umumnya, pembinaan kali ini dikemas dengan nuansa budaya sebagai upaya memperkuat karakter peserta sekaligus menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya daerah yang akan diperkenalkan pada ajang pertemuan Pramuka tingkat nasional.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (8/7/2026) tersebut diawali dengan upacara pembukaan latihan yang dipimpin oleh Kak Suwitta Lora selaku Pembina Pendamping Kontingen Kwarcab Kota Pariaman. Dalam amanatnya, ia mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh disiplin, tanggung jawab, dan semangat belajar, serta senantiasa menjaga kesehatan dan kebugaran selama proses pembinaan berlangsung.

Menurutnya, Training Center bukan sekadar wadah untuk meningkatkan keterampilan teknis kepramukaan, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter, penguatan jiwa kepemimpinan, serta penanaman rasa bangga terhadap identitas daerah sebagai bekal mengikuti Jambore Nasional XII.

Usai pelaksanaan upacara, peserta mengikuti kegiatan edukasi budaya di Museum Budaya Kota Pariaman. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan yang bertujuan memperluas wawasan peserta mengenai sejarah, nilai, dan kearifan lokal yang dimiliki Kota Pariaman.

Salah satu materi utama yang diberikan adalah pengenalan tradisi Tabuik, warisan budaya yang menjadi ikon Kota Pariaman. Melalui pemaparan narasumber dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, peserta memperoleh penjelasan mengenai sejarah lahirnya tradisi Tabuik, makna filosofis yang terkandung di dalamnya, hingga tahapan pelaksanaan mulai dari proses pembuatan hingga prosesi puncak.

Pembekalan tersebut diharapkan mampu memperkuat pemahaman peserta bahwa keberadaan mereka di Jambore Nasional XII bukan hanya sebagai peserta kegiatan kepramukaan, tetapi juga sebagai duta budaya yang membawa identitas serta kekayaan tradisi Sumatera Barat kepada ribuan Pramuka dari seluruh Indonesia.

Selain pembinaan budaya, peserta juga memperoleh materi teknik reportase yang dipandu oleh Kak Topit selaku Andalan Cabang Gerakan Pramuka Kota Pariaman. Pada sesi ini, peserta dibekali pengetahuan dasar jurnalistik, teknik pengumpulan data, wawancara, serta penyusunan berita sebelum mempraktikkannya secara langsung di kawasan Museum Budaya Kota Pariaman.

Kemampuan reportase dinilai menjadi salah satu kompetensi penting bagi peserta Jambore Nasional, mengingat setiap anggota kontingen diharapkan mampu mendokumentasikan, mempublikasikan, serta menyebarluaskan berbagai aktivitas positif yang dilaksanakan selama kegiatan berlangsung.

Seluruh rangkaian Training Center berlangsung dengan lancar dan diikuti secara antusias oleh seluruh peserta. Semangat yang ditunjukkan menjadi gambaran kesiapan kontingen Kwarcab Kota Pariaman dalam menyongsong Jambore Nasional XII.

Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Kwartir Daerah 03 Gerakan Pramuka Sumatera Barat dalam mendorong seluruh Kwartir Cabang melaksanakan pembinaan yang komprehensif bagi calon peserta Jambore Nasional XII. Selain meningkatkan keterampilan kepramukaan, pembinaan juga diarahkan pada penguatan karakter, kecakapan hidup, kemampuan komunikasi, serta pelestarian budaya daerah sebagai identitas yang patut dibanggakan di tingkat nasional.

Melalui Training Center yang memadukan pendidikan kepramukaan dengan penguatan nilai-nilai budaya lokal, diharapkan kontingen Kota Pariaman mampu tampil sebagai Pramuka yang berkarakter, berprestasi, serta menjadi duta budaya Sumatera Barat selama pelaksanaan Jambore Nasional XII di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur, Jakarta.

Pewarta : Rayhan Syafiqri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top