Mandeh, Surga Bahari Sumatera Barat yang Hadir di Anjungan Budaya Jamnas XII 2026

Pesisir Selatan – Peserta Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 tidak hanya akan menikmati semarak kegiatan kepramukaan, tetapi juga berkesempatan menjelajahi kekayaan destinasi wisata Nusantara melalui Anjungan Daerah. Di Anjungan Budaya Sumatera Barat, salah satu destinasi unggulan yang akan diperkenalkan adalah Kawasan Wisata Mandeh, permata bahari Kabupaten Pesisir Selatan yang dikenal memiliki panorama gugusan pulau, teluk yang tenang, hingga keindahan bawah laut berkelas dunia.

Kawasan Wisata Mandeh berada di Nagari Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, sekitar 60 kilometer atau sekitar 1,5 jam perjalanan dari Kota Padang melalui jalur darat. Pusat kawasan berada di Jalan Wisata Mandeh, Nagari Mandeh, Koto XI Tarusan, yang menjadi gerbang menuju berbagai objek wisata bahari di kawasan tersebut. Kawasan ini membentang sekitar 18.000 hektare, terdiri atas teluk, perbukitan hijau, hutan mangrove, serta puluhan pulau kecil yang membentuk lanskap eksotis.

Mandeh menawarkan pengalaman wisata yang lengkap. Wisatawan dapat menikmati perjalanan menggunakan kapal menuju Pulau Cubadak, Pulau Sironjong Gadang, Pulau Sironjong Ketek, Pulau Marak, Pulau Kapo-Kapo, hingga Pulau Taraju. Selain itu terdapat sejumlah titik panorama seperti Puncak Mandeh, Puncak Paku, Kelok Nona, dan Panorama Batu Kajang yang menyuguhkan pemandangan Teluk Carocok Tarusan dari ketinggian. Aktivitas favorit wisatawan meliputi island hopping, snorkeling, menyelam, kayaking, memancing, hingga menikmati matahari terbenam di perairan yang tenang. Kawasan ini juga memiliki terumbu karang alami serta lokasi penyelaman bangkai kapal MV Boelongan Nederland yang menjadi daya tarik bagi penyelam.

Tidak hanya keindahan alam, Kabupaten Pesisir Selatan juga menyimpan kekayaan sejarah dan budaya yang akan diperkenalkan kepada peserta Jamnas. Daerah ini dikenal dengan seni tradisional Rabab Pasisie, seni tutur yang memadukan musik, sastra, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat pesisir. Selain itu terdapat Dendang Pasisie, Tari Kain, Tari Baruak, serta tradisi adat seperti Balimau, Bakaua, dan budaya musyawarah masyarakat pesisir yang masih lestari hingga kini. Ragam kuliner khas seperti ikan bakar, lamang tapai, sala lauak, hingga olahan hasil laut menjadi bagian dari identitas budaya yang dapat dinikmati wisatawan.

Selain Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan memiliki berbagai destinasi wisata lain yang tak kalah menarik. Wisatawan dapat mengunjungi Pantai Carocok Painan dengan ikon Pulau Cingkuak dan Benteng Portugis, menikmati panorama paralayang di Bukit Langkisau, menyaksikan keunikan Jembatan Akar Bayang, menjelajahi Air Terjun Timbulun, Air Terjun Bayang Sani, hingga menikmati wisata alam di Batu Kalang Tarusan. Seluruh destinasi tersebut memperlihatkan perpaduan pesona bahari, sejarah, budaya, dan petualangan yang menjadi ciri khas Kabupaten Pesisir Selatan.

Selama Jambore Nasional XII 2026, seluruh informasi mengenai Mandeh dan berbagai destinasi wisata Sumatera Barat akan disajikan secara interaktif di Anjungan Budaya Sumatera Barat. Peserta dapat memperoleh peta wisata, rekomendasi rute perjalanan, informasi budaya Minangkabau, atraksi seni, produk ekonomi kreatif, hingga referensi kuliner khas yang dapat menjadi inspirasi untuk berkunjung langsung ke Ranah Minang setelah kegiatan jambore berakhir.

Melalui promosi ini, Kwartir Daerah 03 Gerakan Pramuka Sumatera Barat berharap para peserta Jamnas XII tidak hanya membawa pulang pengalaman berkemah dan persaudaraan, tetapi juga mengenal lebih dekat potensi pariwisata, budaya, serta kearifan lokal Sumatera Barat sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia.

Pewarta : Febriandes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top